Bahasa Indonesia

Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, Tanah Indonesia. Kedoea: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng Bahasa persatoean, Bahasa Indonesia.

Itu adalah tiga keputusan kongres Sumpah Pemuda yang diadakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928. Karena pentingnya peristiwa tersebut, tiap tanggal 28 Oktober di Indonesia dirayakan sebagai hari Sumpah Pemuda.


Sumber Foto

Dari tiga keputusan Sumpah Pemuda, saya tertarik pada keputusan ketiga, yaitu deklarasi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan Indonesia. Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, ribuan suku, ribuan budaya, ratusan bahasa daerah, tentu membutuhkan bahasa persatuan. Kita tidak bisa membayangkan jika tidak ada Bahasa Indonesia, bagaimana rakyat Indonesia yang berbeda suku dan berbeda bahasa daerah itu bisa berkomunikasi?.

Bahasa Indonesia adalah bukti bahwa Indonesia adalah negara yang besar dan merdeka, sebab tidak semua negara memiliki nama bahasa sesuai dengan nama negara. contoh: Belanda memiliki bahasa Belanda, Perancis memiliki bahasa Perancis, Jerman memiliki bahasa Jerman, Jepang memiliki bahasa Jepang, dan sebagainya. berbeda dengan Amerika tidak ada Bahasa Amerika, Australia tidak ada bahasa Australia, yang ada adalah Bahasa Inggris, dan itu menjadi bukti bahwa negara-negara yang tidak memiliki nama bahasa seperti nama negaranya berarti negara tersebut terjajah secara bahasa.

Mendikbud Anies Baswedan sebagai tamu kehormatan memberi sambutan di depan ribuan tamu undangan di pembukaan Pekan Raya Buku Frankfurt (Frankfurt Book Fair) 13 Oktober 2015. Menggunakan Bahasa Indonesia, diantara petikan pidatonya adalah:

Ada sekitar 1.340 kelompok etnis dan 546 bahasa hadir dalam kehidupan Nusantara. Dan 87 persen orang Indonesia adalah Muslim. Indonesia lewat proses yang panjang mengelola keragaman itu dan mempersatukannya lewat jalan bahasa nasional (Bahasa Indonesia)

Bahasa yang terpilih (Bahasa Indonesia) bukan bahasa suku mayoritas seperti Jawa dan Sunda, melainkan bahasa kalangan minoritas, suku bangsa Melayu

Sebagai Bangsa Indonesia kita seharusnya bangga memiliki Bahasa Indonesia. Jadi, ngomong-ngomong di pengaturan ponsel kita sudah pakai Bahasa Indonesia? :)