Bagaimana Sikap Kita Kepada Pembuat Kartun Nabi Muhammad SAW?

Al-Habib Ali al-Jufri adalah sosok da`i muda yang energik, santun, selalu tersenyum dan mengingatkan kita kepada Allah bila melihat wajahnya. Dakwahnya difokuskan ke Negara-negara Eropa hingga Amerika, beliau salah satu murid dari Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz.

Atas perintah sang guru beliau datang ke Indonesia pada tahun 2012 dan memberikan taushiyah di Monas dalam acara Dzikir Akbar bersama Majelis Rasulillah Saw. pimpinan al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa.

Beliau sangat santun bukan hanya kepada sesama muslim tapi juga non muslim. Dulu saat ramai-ramainya dunia ini digemparkan oleh kasus Pelecehan Agama seorang non muslim yang berani membuat Karikatur Nabi Muhammad Saw. sehingga ummat islam marah.

Beliau tergugah hatinya untuk bertemu dengan Kurt Westergaard orang yang membuat karikatur Nabi Muhammad Saw. yang nyeleneh dan menyebar ke pelbagai penjuru dunia. Kurt tampak gelisah di hadapan beliau, berbicarapun terlihat super hati-hati, berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Habib Ali, tenang, khusu`, ramah, santun dan senantiasa tersenyum. Sama sekali tidak terlihat kemarahan di wajah al-Habib Ali al-Jufri.

Sampai-sampai Kurt terheran-heran, mengapa al-Habib Ali al-Jufri yang sosok perawakannya seperti manusia yang pernah ia gambar, Rasulullah Saw. yang bersorban dan berjubah bersikap sedemikian rupa. “Mengapa anda menerima saya? padahal saya ini dicari-cari ummat Islam sedunia untuk dibunuh. Mereka menganggap saya menghina Rasulullah Saw. karena membuat gambarnya. Tapi ketika saya bertemu Anda, Anda tidak marah malah sebaliknya. Mengapa?”, Tanya Kurt.

Al-Habib Ali dengan lembut menjawab: “Mengapa saya harus marah kepada Anda? Apakah karena Anda menggambar Rasulullah Saw. dengan karikatur?” Kalau Anda menggambar seperti itu, saya menyadari bahwa Anda tidak kenal dengan Rasulullah Saw. Anda tidak mengetahui figur Rasulullah Saw. yang sebenarnya. Jadi wajar saja Anda berbuat seperti itu.

Seandainya Anda bertemu Rasulullah Saw. saya yakin beliaupun tidak akan marah dengan apa yang Anda gambarkan. Saya juga yakin, Anda akan dikasihi dan disayangi oleh beliau Saw.

“Beliau Saw. itu mempunyai sifat kasih sayang kepada setiap umat manusia, kepada umatnya, bahkan kepada musuhnya, kepada siapa saja. Karena beliau Saw. diberi tugas oleh Allah Swt. sebagai rahmat di dunia ini, dan menyampaikan agama islam, agama yang baik untuk semua orang. Jika sudah mempelajari figur nabi Muhammad Saw. secara obyektif, Anda pasti akan mencintai beliau. Anda menggambarkan seperti itu karena Anda tidak tahu siapa beliau.”


Kurt pun terperanjat dengan ucapan al-Habib Ali ini. Dia lantas memuji-muji al-Habib Ali al-Jufri dan merasa bangga karena telah bertemu dengannya. Al-Habib Ali Al-jufri dikenal sebagai da`i yang santun. Banyak dari para cendikiawan non muslim dari negara- negara Eropa sampai Amerika masuk agama Islam.

Al-Habib Ali al-Jufri menghimbau kepada umat islam agar menyikapi para pencela Islam dengan santun, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Menurutnya sikap santun dan ramah serta penuh kasih itu akan membuka mata orang-orang non muslim bahkan berdampak positif bagi umatn islam yang tinggal di negara-negara berpenduduk minoritas muslim.


tulisan ini adalah copy paste dari sini tulisan saudara Sya’roni as-Samfuriy. Sebelumnya, saya mohon maaf karena kesulitan menemukan sumber text aslinya, mungkin ini bisa jadi rujukan:

  1. The Mercy Warrior
  2. Habib Ali Al-Jufri: Pelopor Dakwah Masa Depan