Pencapaian dalam Hidup

Suatu ketika kita lihat teman-teman yang beruntung misalnya: ada yang berhasil beli rumah, ada yang berhasil beli mobil, ada yang berhasil menunaikan ibadah haji, ada yang travel ke luar negeri, ada yang beli macbook baru, ada yang membuat perusahaan dan merekrut karyawan, ada yang lulus S2, dan lain-lain

Suatu ketika kita juga lihat teman-teman yang mungkin (umumnya orang menganggap) belum beruntung misalnya: ada yang masih belum menikah, usia dan secara finansial sudah siap menikah tapi belum menikah, ada yang sudah lama menikah tapi belum dikaruniai anak, ada yang menikah tapi akhirnya berpisah, dan lain-lain

Jika kita hanya melihat teman-teman yang beruntung, maka kita akan banyak mengeluh dengan keadaan, lupa dengan semua kenikmatan yang di sudah karuniai oleh Allah SWT, kita jadi lupa bersyukur.

Ingat pesan guru ngaji:

Untuk urusan dunia lihatlah ke bawah dan bersyukurlah, untuk urusan akhirat lihatlah ke atas dan kejarlah

Tidak ada manusia yang sempurna, misalnya orang yang memiliki kelebihan dari sisi materi tapi memiliki kekurangan di sisi yang lain. Sebaliknya orang yang memiliki kekurangan dari sisi materi tapi memiliki kelebihan di sisi yang lain.

Orang mungkin menilai kita sudah sangat bahagia, sementara kita sendiri merasa belum bahagia. Atau kadang kita menilai orang menjalani hidup sudah sangat bahagia, tapi ternyata mereka merasa belum bahagia.

Hidup ini sawang-sinawang