Nabi Muhammad SAW Mengajarkan Kasih Sayang, Tidak Mengajarkan Kekerasan

Melihat di media massa, masih ada kelompok ekstrimis (teroris) yang melakukan teror pada non-muslim atas nama Agama Islam. Maka perlu kita bertanya apakah benar Islam mengajarkan kekerasan? mari kita pelajari beberapa kisah Nabi Muhammad SAW (sang teladan pembawa ajaran agama Islam) khususnya sikap beliau kepada non-muslim baik yang memusuhi beliau maupun yang tidak:

  1. Suatu ketika pemuda Yahudi datang berkhidmat (tinggal beberapa hari) di rumah Rasul SAW, dan Rasul SAW menerimanya, bagaimana mungkin seorang non-muslim Yahudi itu boleh masuk ke rumah Rasul saw bahkan diterima sebagai khadim (membantu) beliau SAW, Rasul SAW tidak menghardik dan mengusirnya, bahkan Rasul SAW tidak memaksanya masuk Islam, adakah orang yg lebih benci pada kekufuran melebih Nabi Muhammad SAW?, namun beliau menerimanya bahkan tinggal di rumah beliau SAW, sampai kemudian pemuda itu pulang lalu jatuh sakit, dan Rasul SAW menjenguknya dan saat ia disakaratul maut, maka ia masuk islam, (Shahih Bukhari)
  2. Suatu ketika Rasul SAW melihat orang Islam yang menampar orang Yahudi karena mengatakan Nabi Musa lebih mulia dari Nabi Muhammad SAW, lalu orang Islam itu menamparnya, maka Rasul SAW marah dan menegur keras orang Islam tersebut. (Shahih Bukhari)
  3. Suatu ketika Abu Lahab menggali lubang untuk menjebak Nabi SAW, tapi akhirnya Abu Lahab sendiri yang terjatuh ke dalam lubang itu, lalu tangan mulia Rasul SAW menolong Abu Lahab keluar dari perangkap yang dibuatnya sendiri, betapa Rasul SAW mau menolong Abu Lahab seorang gembong kafir jahat yang selalu memusuhi Nabi SAW bahkan sudah dilaknat oleh Allah SWT dalam Alqur’an.
  4. Suatu ketika Rasul SAW berdoa untuk penduduk Thaif yang sudah melemparinya dengan batu dan menganiayanya: "Wahai Allah beri hidayah PADA KAUMKU, sungguh mereka tidak mengerti" bagaimana mungkin Rasul SAW mengatakan kepada kafir jahat itu KAUMKU?
  5. Suatu ketika pada kejadian perang Uhud saat panah besi menembus rahang beliau SAW, lalu Ibunda Agung Fathimah ra binti Rasul saw dan Sayyidina Ali kw membersihkan luka dan darah di wajah beliau saw, dan Rasul saw malah sibuk menjaga agar darah tidak jatuh ke tanah dari wajah beliau saw, maka para sahabat berkata : Wahai Rasulullah, biarkan dulu darah itu, kita benahi lukamu terlebih dahulu.., Rasul saw berkata : Demi Allah, jika ada setetes darah dari wajahku menyentuh bumi maka Allah akan menumpahkan azab pada mereka (Fathul Baari Bisyarah Shahih Bukhari). demikia Nabi saw menjaga musuh musuhnya agar tidak terkena azab dari Allah..
  6. Suatu ketika Nabi saw yg mendoakan orang Yahudi dg doa beliau : Yahdiikumullah wayushlih Baalukum, (semoga Allah memberi kalian petunjuk dan memperbaiki keadaan kalian).
  7. Suatu ketika Nabi saw marah pada sahabatnya yg mencaci seorang munafik, lalu Rasul saw berkata kenapa kalian mencacinya munafik?, para sahabat berkata : Sungguh perbuatannya dan ucapannya adalah sebagaimana perbuatan kaum munafik, maka Rasul saw berkata : Jangan kalian mencacinya, Sungguh Allah telah mengharamkan api neraka bagi mereka yg mengucap Laa ilaaha illallah karena ingin mendapat ridho Allah (Shahih Bukhari).
  8. Suatu ketika ada seorang pemabuk yg dihukum lalu ia mabuk lagi, dihukum lagi, lalu mabuk lagi, maka Umar ra melaknatnya dan Rasul saw menghardik Umar ra dan berkata: Jangan kau caci ia, Sungguh ia mencintai Allah dan Rasul Nya (Shahih Bukhari).
  9. Suatu ketika Abdullah bin Ubay bin Salul, gembong munafik di Madinah yg berhati kufur, berkedeok islam, ia selalu mengabarkan rahasia muslimin pada kuffar quraisy, jika Rasul saw berangkat berjihad maka ia berusaha menghalangi dg kata kata fitnah, ini musim panas, ini musim dagang, pasukan kuffar terlalu kuat, dlsb, namun diam diam ia kabarkan bahwa pasukan muslimin berjumlah sekian, dan seluruh rahasia kepada kuffar quraisy, jika Rasul saw pulang selamat maka ia menyambut Nabi saw dg sambutan hangat, menangis gembira, dan mohon ampunan karena tak ikut peperangan, namun ia tetap dalam kemunafikannya.
    saat ia sakratulmaut dan wafat maka Rasul saw datang menyolatinya, menguburkannya, dan anaknya yg juga bernama Abdullah adalah orang yg beriman, dan meminta baju Rasul saw untuk dikafankan pada ayahnya yg munafik itu, Rasul saw memberikannya, lalu turun ayat bahwa Allah tak akan mengampuni Abdullah bin Ubay bin Salul, Rasul saw berkata pada Umar ra : Allah melarangku memohonkan pengampunan untuknya, walau 70X kuistighfari pun dia tak akan diampuni Allah, namun jika seandainya Allah akan mengampuninya jika kuistighfari lebih dari 70X, maka aku akan kuistighfari ia lebih dari 70X agar ia diampuni Allah, namun aku mengetahui memang Allah tak mau memaafkannya (Shahih Bukhari)
  10. Bahkan salah seorang Istri Rasul saw adalah Yahudi, dan istri Rasul saw pula seorang Nasrani yg keduanya telah masuk islam. bagaimana orang orang non muslim itu akan masuk islam?, bukankah dg mengajarkan kedamaian islam?, jika muslimin meneror dan berbuat bengis terhadap non-muslim, maka mustahil ada orang masuk islam, bahkan orang islam akan banyak yg murtad.
sumber