Kurikulum 2013, The Show Must Go On

Seiring dengan pergantian pemerintahan, sudah wajar adanya kebijakan-kebijakan baru yang sepertinya luar biasa, seperti pembatalan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 sendiri ada yang pro dan ada yang kontra, tentu saja Kurikulum itu ada positif dan negatifnya, kita tidak usah terlalu mendukung atau terlalu semangat menolaknya. sebab kita ini siapa? biarkanlah mereka yang berdebat tak ada henti-hentinya

Adalah konsekuensi kita sebagai warga negara Indonesia, kurikulum berganti-ganti tergantung pemerintah. kalau kita lihat sudah berulang kali kurikulum berubah, dan pendidikan Indonesia masih belum menemukan formula yang ideal. Kurikulum telah berganti-ganti seperti ini: Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984, Kurikulum 1994, Kurikulum 2004, Kurikulum 2006, Kurikulum 2013

Mungkin ini bisa menjadi pelajaran untuk pihak-pihak yang menerima kerugian akibat pembatalan kurikulum, misalnya para penerbit buku dan percetakan, lain waktu untuk tidak buru-buru mencetak buku yang berhubungan dengan kurikulum, di masa-masa peralihan pemerintah

Pada akhirnya kita hanya rakyat biasa, rakyat biasa hanya "end user" dari kebijakan pemerintah. itu sudah di luar kekuasaan kita, kita sudah cukup sibuk menjalankan kewajiban dan hak sebagai warga negara, sibuk bekerja, beribadah, berkeluarga, bersaudara dan bertetangga. Kita jalankan apa yang kita bisa semampunya. Apapun yang terjadi, tiap pagi kita tetap mengantar anak-anak ke sekolah.

A photo posted by Moch. Zamroni (@pakzam) on