Ijazah Sholawat dari KH. Achmad Masduqi Machfudz, Mergosono - Malang

Pernah sekali waktu saya sowan ke rumah KH. Achmad Masduqi Machfudz di Mergosono Malang, saya berniat mengantar dua adik ipar yang masing-masing memiliki hajat. Kami mohon barokah doa kepada Kyai Masduqi, satu adik saya agar mudah menyelesaikan kuliah, satu adik saya agar mudah menjelang acara pernikahannya.


Kyai Masduqi usianya sudah cukup sepuh, beliau kelahiran tahun 1935. Alhamdulillah beliau masih mau menemui kami di ruang tamu. Setelah salim dengan beliau, beliau bertanya: "kamu siapa? darimana" saya menjawab: "saya dari cemoro kandang, saya anaknya ibu muslicha, cucunya mbah muslich sahal, saudara sepupu mas tofa (yang menikah dengan mbak badi') putri jenengan"

Saya jawab dengan mengambil wasilah melalui nama-nama yang saya sebut tadi, karena baru pertama kali ini saya sowan ke Mergosono. Beliau tentu tidak kenal saya, tapi beliau kenal dengan ibu saya, kakek saya dan tentu sepupu saya yang kebetulan adalah menantu beliau.

Kami dipersilahkan duduk dan dijamu dengan teh panas. Setelah menyampaikan hajat kami, melihat beliau yang sepuh, feeling saya merasa sepertinya Kyai Masduqi ini enak untuk diajak-ajak ngobrol, sayapun bertanya "Mbah, anaknya berapa?". (mohon maaf saya kok jadi merasa akrab tidak memanggil beliau dengan sebutan "Kyai" tapi "Mbah").

Beliau bercerita tentang anak-anaknya, dan hebatnya semua anak beliau sarjana, ada yang jadi kepala sekolah, anggota DPRD, dokter, dosen, kepala KUA, dll. Lalu saya bertanya "Mbah apa amalannya agar anak-anak sukses seperti anak-anak Mbah?". Beliau betanya: "Anakmu berapa?" saya jawab: "Alhamdulillah empat Mbah".


Amalan yang diijazahkan oleh Kyai Masduqi adalah Sholawat, sholawat itu cukup singkat: "Allahumma Sholli wa Salim alaa Sayidina Muhammad" dibaca tiap malam setelah sholat malam, minimal 1000 x, khusus malam jumat usahakan dibaca 10.000 x. Terutama jika anak hendak ujian sekolah. Setelah baca sholawat 1000 x, berdoa: "Ya Allah dengan keberkahan sholawat ini, kabulkanlah hajat kami ...."


Sekitar 2 bulan setelah saya sowan ke Mergosono, Kyai Masduqi sakit, tidak lama setelah itu beliau wafat. Masjid Jami Kota Malang dipenuhi para takziah, banyak yang kehilangan, tidak hanya masyarakat kota malang, tapi rakyat Indonesia, sebab beliau adalah Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Gus Mus dari Rembang ikut hadir, kebetulan beliau besan dengan Kyai Masduqi.

Saya menyesal karena baru satu kali saya sowan ke rumah beliau, itu pertemuan pertama sekaligus terakhir dengan beliau pada saat beliau masih hidup. kedua kali saya ke Mergosono adalah saat takziah, saya bersyukur masih bisa ikut sholat jenazah dan mencium jenazah beliau.
khususon ila ruhi KH. Achmad Masduqi Machfudz, Al Fatiha ...