Cinta itu Seperti Rindu Bayi pada Ibunya

Suatu siang saya siap-siap keluar rumah hendak menjemput istri pulang mengajar di sekolah, tiba-tiba Jaya Falah (usia 2 tahun) rewel ingin ikut. Biasanya Jaya mau menunggu di rumah bermain bersama kakak-kakaknya. Saya bujuk-bujuk agar Jaya tetap di rumah, karena jarak dari rumah ke sekolah istri saya cukup jauh. Tapi Jaya rewel tetap minta ikut jemput.

Foto oleh Saeful Anhar

Jaya saya bonceng naik sepeda motor pakai gendongan bayi, rencananya saya ajak jemput Jati (kakaknya) pulang sekolah. Sekolah Jati jaraknya dekat dari rumah, sekitar 1 km. Setelah itu saya mau antar pulang kembali ke rumah, supaya saya bisa menjemput istri sendiri. Sampai di pertigaan saya hendak belok menuju sekolah kakaknya, ternyata Jaya tahu kalau saya tidak menuju sekolah Mamanya. Jaya menunjuk-nunjuk jalan lurus sambil berkata "Mama Mama Mama!", saya bilang: "jemput mbak jati duluh yah nak?" Jaya menggeleng kepala sambil menunjuk jalan lurus dan berkata: "Mama Mama Mama!"

Saya mengalah, saya ambil jalan lurus menuju sekolah mamanya, saya pikir Jaya ngantuk dan tertidur di gendongan, ternyata Jaya masih melek dan tidak tidur. di tengah jalan saya iseng berkata: "mau kemana nak?" jaya jawab: "mama mama mama", kata saya: "jemput mbak jati dulu yah nak?" jaya jawab: "mama mama mama"

Perjalanan sekitar 20 menit siang itu akhirnya saya sampai di sekolah istri saya, mamanya Jaya. sepeda motor saya parkir lalu Jaya yang saya gendong, mau saya pindah di gendongan istri saya.

Sampai di sekolah istri saya, Jaya langsung minta gendong istri saya, lalu dipeluknya mamanya, sambil ndusel-ndusel manja, Jaya cuma diam tidak berkata apa-apa. lalu saya ajak mereka pulang. Tidak lama di perjalanan Jaya tidur di pelukan di gendongan istri saya.

Hari itu saya belajar dari Jaya. Mungkin seperti itulah cinta. Cinta tak butuh ba bi bu be bo, tak peduli siang yang panas, tak peduli jarak yang jauh, ketika bayi sudah rindu ingin ketemu ibunya, berbagai cara di tempuhnya. Meskipun ketika akhirnya bertemu ibunya, bayi itu cuma diam memeluknya dengan khidmat dan khusyu' tanpa kata apa-apa, dan ia pun tidur di pelukan ibunya.

Jika orang sudah cinta, yang diinginkan hanyalah bertemu, jika belum bertemu maka ia merasa rindu. Misalnya: jika kita mengaku cinta pada Nabi Muhammad SAW maka bukti dari rasa cinta itu adalah, kita merasa rindu ingin bertemu Nabi Muhammad SAW.