Antara Guru dan Siswa: Belajar Adalah Proses Memberi dan Menerima

Seusai mengajar di kelas, para mahasiswa berkemas, sebagian masih duduk di bangku, saya mengambil tas dan berjalan menuju pintu untuk keluar kelas, saya berjalan melewati anak-anak, tiba-tiba ada salah satu mahasiswa berdiri dan bertanya: "Bapak punya blog?"

Sumber Gambar

Pertanyaan itu membuat saya terdiam beberapa saat, iyah saya memang punya blog di wodpress, tumblr, medium, blogspot, dll. tapi hampir tidak ada yang aktif satu pun. pertanyaan itu terasa #jleb bagi saya, dan terngiang-ngiang beberapa hari di kepala saya

Saya ingat semester awal saya mewajibkan setiap mahasiswa untuk membuat akun blog di blogspot atau wordpress dan mewajibkan mereka untuk membuat akun twitter, tapi apa artinya kalau saya sendiri tidak punya blog aktif?

Setelah saya timbang-timbang lagi, maka saya berniat membuat akun baru di blogspot.com lalu saya membeli domain pakzam.com maka jadilah blog ini :) lalu saya ingat akan status facebook teman saya:

Tidak hanya berhenti pada memeberi model, apalagi sekadar menghabiskan materi, guru yang baik seharusnya menjadi sumber inspirasi seluruh kompetensi yang dilatihkan untuk siswanya....(Tuhhhhh kan berat banget tugas guru)....dan dalam materi drama saya selalu didera perasaan bersalah (karena saya akui saya belum mampu melakukan tugas itu) pada siswa saya....tapi mendampingi anak-anak latihan dan belajar banyak justru dari mereka saya kembali diingatkan, belajar adalah proses memberi dan menerima...guru tak selamanya memberi, akuilah kita justru sering banyak menerima dari siswa kita....

(Atik Khikmiyati)